Polres Langkat Fasilitasi Akses KUR dan Penyerapan Bulog, Perkuat Ekosistem Jagung untuk Ketahanan Pangan Nasional

banner 120x600

Langkat | macannusantara.id

​Komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan melalui langkah konkret Polres Langkat. Institusi ini secara aktif memfasilitasi akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta mendorong penyerapan hasil panen oleh Perum Bulog bagi para petani jagung di Kabupaten Langkat.

​Langkah ini merupakan tindak lanjut dari perintah pimpinan Polri untuk memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga ke hilir. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional yang melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk:

  • ​Kementerian Pertanian
  • ​Perum Bulog
  • ​Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
  • ​Asosiasi Pabrik Pakan Ternak
  • ​Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)

Mengawal Rantai Produksi dari Modal hingga Pasar

​Sebagai bagian dari gugus tugas ketahanan pangan, Polres Langkat menjalankan misi untuk mengawal proses produksi jagung, memastikan akses permodalan berjalan optimal, serta memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani.

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa peran Polri dalam program ini melampaui sekadar aspek pengamanan. Polri hadir sebagai fasilitator dan penggerak sinergi antar-lembaga.

​“Ketahanan pangan merupakan bagian dari stabilitas nasional. Karena itu, Polri hadir bukan hanya menjaga situasi kamtibmas, tetapi juga memastikan rantai produksi pertanian berjalan dengan baik. Akses pembiayaan harus terbuka, pendampingan harus berkelanjutan, dan hasil panen harus memiliki kepastian penyerapan. Petani tidak boleh berjalan sendiri,” ujar Kapolres.

 

Sinergi Lintas Sektor untuk Kesejahteraan Petani

​Menurut AKBP David, penguatan ekosistem jagung harus dilakukan secara menyeluruh. Peningkatan produksi harus dibarengi dengan jaminan distribusi dan harga pasar yang stabil agar nilai ekonomi petani tetap terlindungi.

​“Jika produksi meningkat tanpa kepastian pasar, maka petani tetap berada dalam ketidakpastian. Oleh sebab itu, sinergi antara pembiayaan KUR, pengawasan distribusi, hingga penyerapan oleh Bulog menjadi satu kesatuan sistem yang harus kita kawal bersama,” tegasnya lagi.

Pendampingan Berkelanjutan

​Selain memfasilitasi modal dan pasar, Polres Langkat juga melakukan langkah-langkah teknis di lapangan, antara lain:

  1. Pendampingan kelompok tani binaan secara intensif.
  2. Pemetaan potensi lahan di wilayah Kabupaten Langkat.
  3. Koordinasi rutin dengan dinas terkait dan instansi perbankan.
  4. Monitoring berkala mulai dari masa tanam hingga masa panen tiba.

​Langkah responsif ini membuktikan bahwa Polri kini semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian yang strategis.

​Dengan dukungan penuh dari kementerian, lembaga, dan sektor perbankan, Polres Langkat optimistis ekosistem jagung pakan ternak di wilayahnya akan semakin kokoh, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi Ketahanan Pangan Nasional yang berkelanjutan.

(Candra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://youtu.be/X-WcODk5sJ4?si=bJFvIVvno0p2adKO