SERGAI | MACAN NUSANTARA.ID – Suasana berbeda terlihat di Desa Martebing, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai pada Sabtu malam (24/01/2026). Jika biasanya malam minggu identik dengan aktivitas remaja yang bepergian keluar rumah, kali ini Balai Karyawan Divisi Satu Bangun Bandar justru dipenuhi lautan manusia.

Warga lintas generasi, mulai dari orang tua hingga remaja, tampak tumpah ruah menghadiri peringatan Isra’ Wal Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 H. Kehadiran mubaligh kondang asal Kota Tebing Tinggi, Al-Ustadz Saiful Husairi, menjadi daya tarik utama yang membuat masyarakat betah menyimak tausiyah hingga akhir acara.
Apresiasi Kepala Desa atas Solidaritas Warga
Dalam sambutannya, Kepala Desa Martebing, Bapak Samsul, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh panitia dan masyarakat.
”Saya sangat bangga dengan seluruh panitia. Keguyuban dan kerjasama yang solid inilah yang membuat tradisi mulia ini tetap lestari setiap tahunnya. Terima kasih juga kepada Pak Ustadz Saiful yang telah jauh-jauh datang dari Tebing Tinggi untuk memberikan pencerahan bagi warga kami,” ujar Pak Samsul.
Beliau juga memberikan pesan menyentuh terkait pergaulan generasi muda. Di tengah maraknya tantangan zaman, Pak Kades mengajak orang tua untuk lebih ketat memantau pergaulan anak-anak remaja agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan.
Tausiyah yang Menghibur dan Menyentuh Hati
Setelah pembacaan Gema Wahyu Ilahi yang syahdu, acara memasuki inti kegiatan yaitu ceramah agama. Al-Ustadz Saiful Husairi langsung memecah suasana dengan gaya bicaranya yang khas.
Tak hanya dikenal karena parasnya yang berwibawa, Ustadz Saiful juga memikat jamaah dengan:
Gaya Jenaka: Materi berat disampaikan dengan humor segar yang membuat jamaah tertawa namun tetap meresap ke hati.
Senandung Lagu: Sesekali beliau melantunkan bait-bait lagu yang bermakna dalam, membuat suasana semakin hidup.
Motivasi Spiritual: Tausiyahnya memberikan motivasi nyata bagi warga untuk memperbaiki ibadah, terutama shalat lima waktu sebagai hikmah utama Isra’ Mi’raj.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh sang Ustadz, memohon keberkahan dan perlindungan bagi seluruh warga Desa Martebing.
Laporan: Muhammad Saleh Sinaga



















