LABUSEL, Macannusantara.id – Sinergitas antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan sektor swasta di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) kembali membuahkan hasil nyata bagi masyarakat. Hal ini ditandai dengan dimulainya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi melalui prosesi peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Senin (23/2/2026).

Pembangunan infrastruktur yang berlokasi di Dusun Aek Torop, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru bagi warga, sekaligus jalur alternatif strategis menuju Provinsi Riau.
Sinergi Lintas Sektoral
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya:
- Kapolres Labuhanbatu Selatan: AKBP Aditya S.P. Sembiring, S.I.K.
- Wakil Bupati Labusel: Syahdian Purba Siboro, S.H.
- Pimpinan DPRD: Ketua DPRD Ari Winata dan Wakil Ketua DPRD Irma Suryani, S.H, M.H.
- Unsur TNI: Wadan Ramil II/Kotapinang Kapten Kav Misdar.
- Perwakilan Perusahaan: Manager PKS Kurnia Sawit Jaya (KSJ), perwakilan DLAB I, PTPN IV Regional I (Kebun Aek Torop & Aek Raso), serta PT Torganda.
Dalam sambutannya, Kapolres Labusel AKBP Aditya S.P. Sembiring menyampaikan bahwa proyek ini adalah buah dari kolaborasi yang solid.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah, pihak perusahaan, dan tokoh masyarakat yang telah bahu-membahu. Pembangunan ini adalah wujud nyata bahwa kepedulian bersama dapat menjawab kebutuhan mendasar masyarakat,” ujar AKBP Aditya.
Simbol Konektivitas dan Ekonomi
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa Jembatan Merah Putih Presisi bukan sekadar konstruksi fisik, melainkan simbol sinergitas Polri dengan elemen bangsa lainnya. Jembatan ini diharapkan mampu mengurai kendala mobilitas warga, memperlancar akses pendidikan, serta memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Labusel Syahdian Purba Siboro menekankan bahwa infrastruktur yang layak adalah kunci pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran jembatan permanen di Dusun Aek Torop ini sudah lama dinantikan warga demi keamanan dan kenyamanan bertransportasi.
Target Penyelesaian
Pihak kontraktor, Sawal Siregar, memberikan kabar optimis terkait durasi pengerjaan. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu kurang lebih satu bulan, dengan komitmen kualitas bangunan yang kokoh agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan pengecoran secara simbolis oleh para pejabat yang hadir. Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat Torgamba kini menatap harapan baru akan akses transportasi yang lebih mumpuni dan aman.
(Irpan Has)



















