LANGKAT | macannusantara.id – Gemuruh selawat dan zikir memecah suasana khidmat di Alun-Alun T. Amir Hamzah, Stabat, Jumat (16/1/2026) sore. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah memadati lokasi untuk menghadiri Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang dirangkai dengan perayaan Hari Jadi ke-276 Kabupaten Langkat.
Momen bersejarah ini tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga simbol kemanunggalan antara pemimpin, ulama, dan rakyat di bawah payung keberkahan.
Kehadiran Ustadz Das’ad Latif Bakar Semangat Jamaah
Puncak acara semakin bergetar saat penceramah kondang nasional, Ustadz Das’ad Latif, naik ke podium. Dengan gaya bicaranya yang lugas, jenaka, namun sarat makna, beliau menekankan pentingnya meneladani perjuangan Rasulullah SAW.
”Isra’ Mi’raj adalah perjalanan spiritual yang membawa pesan perubahan. Mari kita implementasikan nilai-nilai keislaman ini dalam menjaga harmoni di kehidupan berbangsa dan bernegara,” pesan Ustadz Das’ad di hadapan sekitar 5.000 jamaah yang hadir.
![]()
Bupati Langkat, Syah Afandin, SH, yang hadir langsung bersama unsur Forkopimda dan tokoh lintas sektoral, menyampaikan pesan mendalam. Baginya, angka 276 tahun adalah usia matang bagi Langkat untuk terus berbenah menjadi daerah yang religius dan harmonis.
”Momentum ini adalah sarana kita memperkuat persatuan. Meneladani akhlak Rasulullah bukan hanya di lisan, tapi dalam tanggung jawab kita membangun Langkat tercinta,” ujar Bupati dengan penuh semangat.
Tak hanya soal spiritual, kepedulian sosial juga menjadi warna utama. Acara ini diselingi dengan santunan kepada anak yatim, mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Langkat dalam memuliakan sesama di hari jadinya yang ke-276.
Keamanan Terjamin, Ibadah Khusyuk
Kesuksesan acara ini tak lepas dari kesiapsiagaan aparat keamanan. Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, SH, SIK, MSi, melalui Kasi Humas AKP Jekson, memastikan bahwa seluruh rangkaian acara mulai dari haflah Al-Qur’an hingga Sholat Ashar berjamaah berlangsung tanpa kendala.
”Kami menerapkan pola pengamanan terbuka dan tertutup demi memastikan 5.000 jamaah dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk. Situasi terpantau aman terkendali,” tegas AKP Jekson.
Penutup yang Manis
Peringatan ini diakhiri dengan suasana penuh kehangatan saat matahari mulai terbenam di ufuk barat. Sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat di hari jadi ke-276 ini membuktikan bahwa Kabupaten Langkat tetap menjadi barometer daerah yang kondusif dan menjunjung tinggi nilai-nilai religius di Sumatera Utara.
(Candra)





















