RANTAU PRAPAT–MACAN NUSANTARA. ID-Aksi dugaan arogansi di jalan raya kembali terjadi di wilayah hukum Polres Labuhanbatu. Seorang pria berinisial D dilaporkan ke pihak kepolisian setelah diduga melakukan penyerempetan dan pengancaman terhadap seorang remaja di Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Rantau Selatan, Selasa (7/4/2026).
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan Gang Bokar. Korban, **Rio Ginting (19)**, yang saat itu mengendarai sepeda motor, berpapasan dengan mobil jenis **Hilux Double Cabin** berwarna hitam yang dikemudikan terlapor di jalan yang sempit.
Menurut penuturan korban, ia sempat meminta ruang agar dapat melintas. Namun, pengemudi mobil tersebut justru terus memajukan kendaraannya hingga terjadi kontak fisik (serempetan) yang mengakibatkan kerusakan pada bagian depan sepeda motor korban.
Dugaan Pengancaman
Tak berhenti di situ, situasi semakin memanas saat terlapor diduga mengejar korban. Setelah berhasil menghentikan korban, terlapor turun dari mobil dan melontarkan makian serta kata-kata ancaman.
“Dia terus maju (saat di jalan sempit), lalu mengejar saya. Saat berhenti, dia turun, memaki saya, dan mengeluarkan kata-kata ancaman,” ujar Rio saat memberikan keterangan di Mapolres Labuhanbatu.
### Laporan ke Pihak Berwajib
Merasa terancam dan keberatan atas kerusakan kendaraannya, Rio didampingi pihak keluarga mendatangi Mapolres Labuhanbatu sekitar pukul 15.00 WIB untuk membuat laporan resmi. Pihak keluarga menyayangkan tindakan terlapor yang dinilai arogan dan membahayakan keselamatan jiwa.
**Respons Kepolisian:**
* **Mediasi:** Petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) menyarankan langkah awal berupa mediasi melalui Bhabinkamtibmas setempat.
* **Proses Hukum:** Kepolisian menegaskan bahwa jika jalur kekeluargaan atau itikad baik dari terlapor tidak ditemukan, laporan akan ditingkatkan ke proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jika tidak ada itikad baik dari pihak terlapor, laporan resmi akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas petugas SPKT yang menerima konsultasi korban.
### Penutup
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terlapor (inisial D) belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat sebagai pengingat pentingnya etika berkendara dan pengendalian emosi di jalan raya guna menghindari konflik hukum.
**Penulis:** DR. Rangkuti
**



















