Diduga Pengadaan Anggaran Belanja Puskesmas Parlayuan Ditahun 2025 Ada Fiktip Dan Mark up.  

banner 120x600

Labuhan Batu _ macannusantara.id Diduga puskesmas Parlayuan Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu,Sumut,ada pengadaan belanja anggaran fiktip dan Mark up di tahun 2025.

Awak media Macan Nusantara Onlaein mencoba melakukan konfirmasi melalui Whass App namun Kepala Puskesmas Parlayuan, Dr. Yuli tidak mau menjawab hasil Konfirmasi melalui Seluler dan didatangi kekantor nya (puskesmas) pun belum bisa ditemui, jumat 17/April/2026.Begitu juga Kadinkes Labuhanbatu iBu Tuti belum ada memberikan tanggapannya saat dikonfimasi melalui Whass App.

Permintaan konfirmasi resmi ini adalah sangat penting,guna untuk transparansi dan akuntabilitas penggunan anggaran di puskesmas tersebut.Berdasarkan data yang sampai ke awak media, beberapa hal poin yang sangat penting diduga Mark up dan Fiktip adalah sebagai berikut.

1.) Mobil Ambulance Puskesmas perlayuan 1 unit,tapi setahun pembelian baterai sampe 4 buah dengan Harga satuan nya @2.038.100 x 4 unit jadi total nya 8 jutaan

2.) Service kendaraan roda 4 (4 kali setahun) jumlah nya mencapai 3,7 juta

3.) Pembelian kertas sampe 200 rim dengan total harga senilai 15 juta.

4.) Obat @30 juta dan BMHP(Bahan Medis Sekali Pakai) @14.742.600 (Bahan Medis Habis Pakai)yang diatur dalam Permenkes Nomor 74 Tahun 2016.

5.) Dana untuk Cetak spanduk 194 meter @6.266.200 (ini ntah dimana aja spanduknya sampe 6 jutaan,sementara dikantor tidak kelihatan bekasnya)

6.) Pengadaan Snack 330 kotak @17.000,total @5.610.000 (ini ntah untuk acara apa aja)

Nasi kotak 200 kotak @47.000

Total 9.400.000 (ini juga nasi untuk acara apa aja,padahal nasi dan kue juga ada di klaim di dana BOK( Bantuan Operasional Kesehatan) kenapa banyak juga di klaim di dana JKN(Jaminan Kesehatan Nasional)

8.Dana Pemeliharaan gedung sebesar Rp. 25.137.000 (fantastis Kali ini pemeliharaan gedung,sementara dilihat dilokasi puskesmas tidak ada yang direhap dugaan anggaran fiktip.

9.Pengadaan Komputer PC 3 unit @9.000.000 total Rp.27.000.000 (aneh sekarang banyak butuh laptop sebab semua sekarang pakai aplikasi kalau memang harga nya segitu kenapa tidak membeli laptop saja) dan kalau diperhatikan banyak anggaran puskesmas tersebut hanya dipakai untuk pemeliharaan saja.

Kecurigaan semakin besar ketika Kepala Puskesmas tidak Koperatif ke awak media,untuk klarifikasi terkait penggunaan anggaran tersebut.Transfaransi dan akuntabilitas sangat penting dalam penggunaan anggaran publik, guna untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Terkait dugaan anggaran belanja fiktip dan Mak up dipuskesmas parlayuan ditahun 2025 ini, diharapkan APH (Aparat Penegak Hukum),Dinas kesehatan atau Inspektorat, agar memanggil dan mengaudit kembali.

Penulis :DR.Rangkuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://youtu.be/X-WcODk5sJ4?si=bJFvIVvno0p2adKO