Macan Nusantara.id – Asahan — Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) 1973 Kabupaten Asahan menggelar rapat koordinasi komprehensif guna mematangkan persiapan aksi pengawalan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan, Kamis (10/9/2026).
Langkah strategis ini ditempuh sebagai bentuk komitmen dan solidaritas buruh dalam memastikan regulasi yang bakal disahkan DPR RI tetap berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Rapat koordinasi yang bertempat di Sekretariat DPC KSPSI 1973 Asahan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPC KSPSI 1973 Asahan, Budi Juliandri Nasution, S.T., didampingi Sekretaris Drs. Syahril Pili, S.E., serta jajaran Wakil Ketua, H. Syarifuddin Tanjung dan H. Heri DW Batu Bara, S.E
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua FSPPP – KSPSI 1973 Jamiadi, Ketua FTI – KSPSI 1973 Deni D. Yusuf Nasution, Sekretaris Joko Hendarto, serta seluruh Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSPPP – FTI se-Kabupaten Asahan.
Ketua DPC KSPSI 1973 Asahan, Budi Juliandri Nasution, S.T., menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan tindak lanjut atas instruksi resmi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KSPSI 1973 di Jakarta. Adapun puncak aksi solidaritas lintas daerah tersebut dijadwalkan berpusat di Kota Medan pada 17 September 2026.
Beberapa poin utama dari rencana aksi solidaritas ini antara lain:
Tujuan Aksi: Memastikan proses pengesahan RUU Ketenagakerjaan 2026 oleh DPR RI berjalan adil, transparan, dan mengakomodasi hak-hak mendasar kaum buruh.
Massa Aksi: Mobilisasi massa serikat pekerja dari berbagai sektor industri di Kabupaten Asahan untuk bergabung dalam barisan aksi bersama di Medan.
Landasan Gerakan: Merujuk pada Surat Edaran resmi DPP KSPSI 1973 di Jakarta sebagai wujud komitmen satu komando dan panggilan perjuangan buruh secara nasional.
”Langkah ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan organisatoris kami. Pengawalan RUU Ketenagakerjaan pada 17 September mendatang di Medan menjadi momentum penting untuk menyuarakan aspirasi pekerja secara santun, tegas, dan bermartabat demi masa depan ketenagakerjaan Indonesia yang lebih baik,” tegas Budi Juliandri Nasution.
Suyanto Melaporkan




















