KANDIS, SIAK — MACAN NUSANTARA.ID-Kondisi sarana dan prasarana di SDN 05 Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi pada selasa (29/9/2026), ditemukan sejumlah fasilitas sekolah dalam keadaan rusak berat hingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan proses belajar mengajar.

Di area ruang kelas, tampak sejumlah meja rusak serta bangku tanpa sandaran yang masih aktif digunakan para siswa.Kondisi plafon di beberapa ruang kelas juga mengkhawatirkan karena mengalami kerusakan, berlubang, dan sebagian bergantung, yang berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik. Selain itu, lantai semen pada lapangan olahraga sekolah terpantau retak dan pecah di berbagai titik.
Fasilitas Belajar dan Akses Digital Terhambat
Tidak hanya masalah fisik bangunan, sebanyak enam Ruang Kegiatan Belajar (RKB) dilaporkan tidak dialiri arus listrik. Kondisi tersebut berdampak pada pencahayaan dan sirkulasi udara saat proses pembelajaran berlangsung, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem.
Sementara itu, ruang perpustakaan yang berada di antara bangunan RKB tampak tidak terawat, dengan tumpukan buku yang tidak tersusun rapi serta mengeluarkan aroma tidak sedap.
Kondisi ini dikeluhkan karena berpotensi mengganggu kesehatan lingkungan sekolah.
Di sisi lain, pemanfaatan teknologi informasi juga menghadapi kendala. Jaringan internet (Wi-Fi) sekolah dikeluhkan lambat oleh para guru, sehingga menghambat pelaksanaan program pembelajaran berbasis digital dan coding.
Pengelolaan Anggaran dan Imbauan Audit
Sejumlah tenaga pendidik menyebutkan bahwa Kepala SDN 05 Sam-Sam, Muhammad Tarmizi, saat ini juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah di sekolah lain, sekaligus mengemban amanah sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan.
Kondisi infrastruktur yang terbengkalai ini memicu pertanyaan publik terkait alokasi dan realisasi Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di sekolah tersebut, yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp400 juta per tahun. Masyarakat dan orang tua murid berharap anggaran tersebut dapat diprioritaskan untuk perbaikan fasilitas vital seperti penerangan kelas, perbaikan atap, pembenahan lapangan, dan peningkatan akses internet.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Sekolah Muhammad Tarmizi melalui pesan tertulis via WhatsApp untuk memberikan klarifikasi mengenai kondisi fasilitas sekolah dan pengelolaan dana BOSP. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Seiring munculnya keluhan tersebut, publik mendesak pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Siak untuk segera melakukan evaluasi kepemimpinan di SDN 05 Sam-Sam. Selain itu, Inspektorat Kabupaten Siak bersama Aparat Penegak Hukum (APH) diharapkan dapat turun ke lapangan guna melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran BOSP di sekolah tersebut demi memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan.
(Tim/Redaksi)




















