Delapan Tahun Dana Desa Batu Tunggal Dipertanyakan, Infrastruktur Jalan Rusak Parah

banner 120x600

​LABUHANBATU UTARA –MACAN NUSANTARA.ID-Penggunaan Dana Desa di Desa Batu Tunggal, Kecamatan NA.IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kini menjadi sorotan tajam. Meski rutin menerima kucuran anggaran dari Pemerintah Pusat selama hampir sembilan tahun terakhir, kondisi infrastruktur di desa tersebut dinilai tidak sebanding dengan besarnya dana yang dikelola.

​Temuan Investigasi Lapangan

​Berdasarkan hasil investigasi bersama yang dilakukan oleh LSM SEP, LBH Tipikor PKR, dan awak media Macan Nusantara Online pada Jumat (13/03/2026), ditemukan fakta memprihatinkan di lapangan. Infrastruktur jalan desa yang tersebar di 7 dusun terpantau rusak parah.

​Kondisi jalan yang buruk ini berdampak langsung pada terhambatnya roda perekonomian masyarakat, mayoritas penduduk yang berjumlah sekitar 3.500 jiwa sangat bergantung pada sektor perkebunan kelapa sawit. Kerusakan jalan menyulitkan transportasi hasil panen, yang pada akhirnya merugikan para petani.

​Kepala Desa Sulit Dikonfirmasi

​Upaya klarifikasi telah dilakukan oleh tim jurnalis pada Senin (16/03/2026) pukul 09.00 WIB. Namun, Kepala Desa Batu Tunggal, Indra Sugiarto SH, tidak berada di kantor pada jam dinas.

​Seorang staf desa yang enggan disebutkan namanya menyarankan tim untuk menemui kepala desa di kediaman pribadinya. Tak berhenti di situ, upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait pertanggungjawaban laporan APBDes tahun anggaran 2022-2024 juga tidak mendapatkan respon dari yang bersangkutan hingga berita ini diturunkan.

​Status “Desa Maju” yang Kontradiktif

​Sejak tahun 2016 hingga 2025, Pemerintah Desa Batu Tunggal telah menerima Dana Desa dalam jumlah besar yang dialokasikan Kementerian Keuangan untuk pengentasan desa tertinggal. Ironisnya, meski menyandang status Desa Maju pada tahun 2025, fakta di lapangan menunjukkan infrastruktur dasar masih jauh dari kata layak.

​”Kami mendesak agar pemerintah terkait segera melakukan audit ulang dan investigasi menyeluruh terhadap penggunaan Dana Desa di Batu Tunggal. Transparansi dan akuntabilitas adalah harga mati bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar perwakilan tim investigasi.

​Masyarakat kini menantikan langkah tegas dari Inspektorat maupun aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan ketidaksesuaian realisasi anggaran dengan kondisi fisik pembangunan di desa tersebut.

​Penulis: Jurnalis MCO (DR Rangkuti)

Editor: [Nama Editor/Admin Anda]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://youtu.be/X-WcODk5sJ4?si=bJFvIVvno0p2adKO